Cinta dan Muara Kehidupan

Tersipu malu aku tersentuhnya
Meski berkata apa
Meski bersikap bagaimana
Takut salahku bertingkah
Takut salahku berucap

Tersipu malu aku dibuatnya
Karena berdebar
Karena gemetar
Aku terkena virus merah jambu katanya

Dapatkah itu dikata cinta
Bolehkah cinta untuk makhluk ciptaanNYA? 

Yang dengannya inginku berbagi
Berbagi suka duka bersama
Menjalani hidup bersama
Hingga sehidup sesurga
😊

Usia

Pada angka - angka
Yang bertambah tiap tahunnya

Pada angka - angka
Yang disangka tanda dewasa

Pada angka - angka
Yang ditakuti para wanita
Bila menunjukkan jumlahnya kepala dua

Pada angka - angka
Yang dipantau tiap bertambah satu untuknya

Pada angka -angka
Yang disebut dengan usia.


Ya, setiap tahun yang disebut ulang tahun selalu jadi moment tersendiri. Ada yang merasa senang akan bertambahnya usia.  Ada yang bilang akan menambah kedewasaan juga.  Tapi, ada juga yang merasa sedih karena dibilang tambah tua. Hehe. 

Meski sebenarnya, angka usia kita,  tidak menentukan sebuah kedewasaan.  Menurutku,  kedewasaan itu cara berpikir dalam menghadapi sesuatu atau menyelesaikan masalah.  Kedewasaan tidak bisa diukur dengan usia.

Masalah tambah usia mesti senang atau sedih,  itu juga tergantung sudut pandang yang kita lihat. Senang,  karena usia kita bertambah,  sehingga kita bisa dikata sudah cukup umur. Hehe.  Atau mungkin pengalaman kita bertambah seiring bertambahnya usia kita. 
Sedihnya,  bila kita berpikir tentang usia kita di dunia ini. Berarti usia kita berkurang di dunia berkurang seiiring bertambahnya usia kita.

Sudah digunakan dengan baik belumkah usia kita selama ini?

Semoga usia kita ini,  bisa memberi kebermanfaatan bagi sesama.  Aamiin



Tentang Menulis

Saat duduk dibangku SD, kesukaan untuk menulis itu sudah ada. Entah itu cuma coret - coret di kertas buku sampai kertas buku diary.
Tepatnya sih lupa saat kelas berapa,  tapi yang jelas waktu itu tulisannya udah bisa dibaca deh. Isi tulisannya pun sebatas cerita keseharian.

Kebiasaan itu cuma berlangsung sampai masa -masa SMP. Saat memasuki usia remaja (katanya), udah jarang banget nulis - nulis lagi. Paling - paling ya nulis puisi.  

Alesan waktu itu berhenti sebenarnya juga karena pengaruh lingkungan,  yang ga begitu terlalu mendukung kesukaanku akan dunia sastra. Jadi akhirnya aku tinggalkan perlahan kesukaanku coret - coret,  nulis - nulis itu.

Sekarang aja,akhirnya dipertemukan dengan orang - orang yang membuat aku ingin belajar dan menggali lagi kesukaanku dulu yang pernah aku tinggalkan. 
Masih berusaha meluangkan waktu dan belajar untuk menulis lagi. 
Bismillah,  semoga ini jalan yang memang Alloh tunjukkan untukku,  untuk kebaikan di dalam hidupku.  Aamiin. 

Jatuh Cinta pada Dunia

Siapa yang tak terpesona dengan segala yang ditawarkan oleh dunia? Apalagi segala keindahan dan enaknya hidup bila terpenuhi semua kebutuhan. Karena dunia ini menang perhiasan. 

Aku pun terpesona pada sosok keindahan ciptaanNYA.
Yang membuat wajah ini tersipu ketika di mintaku dari orang tua.
Dia yang terlihat begitu gagah mengatakan ingin mendampingi hari -hariku.

Dalam hatiku, aku meminta, buat hatiku jatuh hati padanya diwaktu yang tepat.
Yang membuat aku mencinta,  karena cinta yang telah Engkau titipkan pada hamba begitu indah.


CaraNYA yang Indah

Setiap kejadian yang menimpa kita,  sebenarnya sudah bagian skenario-NYA.

Sesuatu yang baik terjadi, agar kita itu banyak bersyukur. Tapi kalau sebaliknya yang terjadi,  boleh jadi Alloh sedang menegur kita. 
Seperti kita kadang lupa, terlalu asik ketika diberikan kesehatan. Lembur kerjaan tiap malam, main jalan - jalan,  makan segala macam semaunya kita. Akhirnya kita ditegur dengan sakit. 

Meski sakit sering kali membuat kita mengeluh,  karena rasanya yang ga enak. Alangkah baiknya kita bersabar.  
Berpikir positif saja, tandanya badan kita diminta istirahat.

Ada banyak kejadian,  yang seharusnya membuat kita lebih ingat dan mendekatkan diri kepadaNYA.  Cara-caraNYA menegur kita itu indah.  
Ambil saja hikmahnya disetiap kejadian dalah hidup kita.